Tuesday, March 31, 2009

Sulitnya menaklukkan kemacetan jalanan ibukota

Ampun-ampun sama jalanan Jakarta hari ini.
Hampir 4 jam saya menempuh perjalanan Karawaci-Pulomas.
Hampir 2 kali lebih lama dari yang biasanya.
Apa sebabnya yaa sampe bisa semacet ini?
Hujan?

Antrian di halte Dukuh Atas 2 cukup panjang.
Saya berusaha bersabar untuk tetap berdiri di antrian.
Begitu banyak orang yang tidak tau budaya mengantri.
Ingin rasanya menegur orang-orang tersebut tapi saya terlalu malas untuk bersuara.
Saya terlalu lelah karena malam sebelumnya saya hanya beristirahat sekitar 2 jam.
Saya yang biasanya sabar menunggu, kali ini sudah tidak bisa lagi.
Saya putuskan untuk keluar dari shelter dan mencari taksi.
Taksi tak ada yang kosong.
Tak ada pula ojek.
Berjalanlah saya menyusuri landmark tower.
Berjalan dengan sangat lusuh ditemani seorang teman diujung telepon.
Pada satu titik saya berhenti.
Menunggu secercah harapan untuk melihat kendaraan yang dapat membawa saya sampai di rumah.
Ada ojek, tapi sayang harga yang ditawarkan kurang masuk di akal saya.
Ada taksi kosong, namun ketika saya mendekat, saya harus menerima lambaian tangan dari pak supir yang menandakan jika ia tidak mau mengantarkan saya ke rumah.
Sedih rasanya.
Hampir saya menangis di pinggir jalan.
Tapi tangisan saya diwakili oleh hujan yang mulai turun rintik-rintik.
Ibunda tercinta sudah kebingungan, ingin menjemput dengan motor tapi pasti akan memakan waktu, apalagi dengan mobil pasti akan memakan waktu lebih lama.
Di ujung jalan saya melihat si burung biru.
Namun sayang ketika saya hendak mendekat lampunya mati dan menandakan bahwa taksi itu sudah terisi.
Akhirnya, setelah sekian lama, ada pula kendaraan yang mau 'memindahkan' saya ke satu titik yang lebih nyaman bernama rumah.
Saya telusuri jalanan yang penuh dengan genangan air.
Ditemani angin malam yang semakin membuat hidung ini terasa mampet dan batuk menjadi semakin parah.

Akhirnya, rumah tercinta sudah terlihat.
Betapa senang rasanya hati ini.
Semoga kejadian ini tidak terulang lagi.
Capek rasanya harus bergelut menaklukkan kemacetan jalanan ibukota.

No comments: