Sunday, November 29, 2009

Saya juga manusia. Saya masih manusia.

Maaf.
Ini kenyataannya.
Saya masih manusia.
Saya bukan dewi.
Saya bukan malaikat.
Masih ada daging yang melekat pada tubuh jasmani ini.

Saya sering tersenyum.
Namun saya juga cukup sering menahan amarah.
Tidak tahu bagaimana caranya mengekspresikan kemarahan ini, kekecewaan ini.

Walaupun kamu adalah segalanya, namun terkadang kamu tetap mengecewakan.
Saya tidak menyalahkanmu karena saya tahu kamu juga (masih) manusia.
Mungkin ada yang salah ketika kita berkomunikasi.
Saya tidak tahu bagaimana menyelesaikannya.
Saya hanya tahu bagaimana seharusnya saya bertindak.
Saya cukup puas dengan cara saya meresponi masalah ini.

Mungkin kamu butuh waktu.
Saya juga butuh waktu.
Tekanan yang belakangan ini menghampirimu mungkin sudah cukup berat.
Namun kamu perlu tahu, bukan cuma kamu yang mengalaminya.
Saya pun demikian.
Saya mengalami tekanan.
Beberapa mungkin sudah saya ceritakan, namun belum semuanya.

Saat ini mungkin kita hanya butuh waktu untuk sendiri.
Kamu butuh waktu untuk sendiri.
Aku butuh waktu untuk sendiri.
Kita tidak membiarkan waktu yang menyelesaikannya.
Waktu tidak bisa menyelesaikannya.
Hanya kita yang bisa menyelesaikannya.
Saat kita sudah sama-sama tenang, saat itulah kita akan menyelesaikannya.

Saturday, November 14, 2009

The more I know about you, the more I fall for you.

Shyt!

What the hell is going on with me?
Can somebody please tell me.

You are everywhere.
I just wanna run away from you.
It's so easy to know what you are doing, what do you have in your mind.
But it is so hard to know what you are thinking of me.
Do we have the same thought about each other?
I don't know.
I can't read your mind.
And you don't even tell me.
You are so good in keeping your feeling.
Not like me, I'm so bad in keeping my feeling inside.
I always talk to (at least) my friend(s).
It's so easy to read me.
I have nothing to hide.
I can't hide anything.
I always share it to people.
Just like my feeling to you.
I share it to my bestfriends.