Ini kenyataannya.
Saya masih manusia.
Saya bukan dewi.
Saya bukan malaikat.
Masih ada daging yang melekat pada tubuh jasmani ini.
Saya sering tersenyum.
Namun saya juga cukup sering menahan amarah.
Tidak tahu bagaimana caranya mengekspresikan kemarahan ini, kekecewaan ini.
Walaupun kamu adalah segalanya, namun terkadang kamu tetap mengecewakan.
Saya tidak menyalahkanmu karena saya tahu kamu juga (masih) manusia.
Mungkin ada yang salah ketika kita berkomunikasi.
Saya tidak tahu bagaimana menyelesaikannya.
Saya hanya tahu bagaimana seharusnya saya bertindak.
Saya cukup puas dengan cara saya meresponi masalah ini.
Mungkin kamu butuh waktu.
Saya juga butuh waktu.
Tekanan yang belakangan ini menghampirimu mungkin sudah cukup berat.
Namun kamu perlu tahu, bukan cuma kamu yang mengalaminya.
Saya pun demikian.
Saya mengalami tekanan.
Beberapa mungkin sudah saya ceritakan, namun belum semuanya.
Saat ini mungkin kita hanya butuh waktu untuk sendiri.
Kamu butuh waktu untuk sendiri.
Aku butuh waktu untuk sendiri.
Kita tidak membiarkan waktu yang menyelesaikannya.
Waktu tidak bisa menyelesaikannya.
Hanya kita yang bisa menyelesaikannya.
Saat kita sudah sama-sama tenang, saat itulah kita akan menyelesaikannya.
No comments:
Post a Comment