Friday, July 10, 2009

tas favorit dan masa lalu


Hari ini saya membereskan kamar yang berantakannya sudah keteraluan.
Sebenarnya ini bukanlah hari pertama, tapi sudah hari yang kedua.
Heran rasanya kenapa cuma untuk ngeberesin kamar aja ga cukup satu hari.
Saya berpikir dan kemudian pikiran ini bermuara pada 3 kemungkinan jawaban.
Jawaban yang pertama adalah saya yang terlalu malas sehingga kerjanya jadi lelet.
Kedua, kamar saya yang memang terlalu berantakan.
Ketiga, menurut saya ini yang paling masuk akal, kamar saya yang terlalu besar kira-kira satu lapangan sepak bola luasnya. :D

Saya membereskan lemari yang berisi tas.
Beberapa tas yang sudah lama sekali tidak dipakai saya masukkan ke dalam satu kantung yang sekiranya nanti akan dihibahkan kepada siapa saja yang menginginkannya.
Tas-tas lainnya saya bereskan dan akhirnya saya menemukan satu tas favorit saya.
Dilema melanda.
Apakah tas ini akan dihibahkan atau bahkan dibuang saja karena kondisinya yang memang sepertinya tidak layak untuk dihibahkan?
Namun saya memilih untuk tetap menyimpannya.

Otak ini kemudian berfikir dan menganalogikan tas dengan seseorang di masa lalu saya.
Tas favorit saya ini nyaman sekali dipakai.
Saya sendiri yang memilihnya ketika akan dibeli.
Saya menambahkan beberapa aksesoris untuk memperindahnya.
Mungkin karena terlalu sering digunakan makanya tas ini menjadi rusak.
Tetapi apapun kekurangannya, benda itu tetap menjadi tas favorit saya.
Saya tetap menyimpannya di dalam lemari meskipun hanya akan menambah isi lemari dan membuat lemari itu semakin sempit dan sesak.

Lemari itu menggambarkan hati saya.
Saya tetap memilih menyimpan kenangan bersama dia di dalam hati saya.
Sebenarnya sih hati saya sudah cukup penuh dan sesak oleh hal-hal lainnya.
Kalau saya bijaksana saya seharusnya bisa lebih memilah hal-hal apa yang sudah seharusnya tidak lagi berada di dalamnya.


Susah rasanya membuang sesuatu yang merupakan kesukaan kita, seperti halnya saya membuang tas favorit saya.
Begitu juga dengan dia, sulit rasanya untuk membuangnya dari hati saya karena dia adalah pacar favorit saya, oops, mantan pacar favorit saya.

No comments: