Hari minggu tanggal 4 Januari 2009 merupakan service pertama JPCC di tahun ini.
Saya memutuskan untuk datang pada SNS service. Setelah perdebatan batin diselesaikan, jadilah SNS ibadah pertama saya tahun ini.
Sebelum mengawali sermonnya, Ps. Jose mengajak jemaat untuk bow their heads and close their eyes, lalu berdoa. Saat itu beliau berdoa untuk bangunan baru bagi gereja kami, terletak di tengah-tengah kota, dengan luas sekian ratus meter persegi (saya lupa angka pastinya), tempat parkir yang luas, dengan elevator, and so on.
Kemudian Ps. Jose menanyakan seberapa banyak orang yang dapat melihat gedung seperti yang beliau sebutkan ketika berdoa. Saya sedikit mendapat gambaran ketika berdoa. Saat beliau menyebutkan gedung yang lebih besar, saya melihat gedung yang lebih besar. That’s a vision.
Ps. Jose memberi judul ‘When I close my eyes’ untuk sermon pertamanya di tahun ini. I really got many things in this service. Let me share..
Di tahun 2009, sudah banyak prediksi mengenai kondisi politik, ekonomi, sosial, keamanan, dsb.
Krisis akan terus terjadi di dunia ini. Tapi sebagai orang percaya kita tidak akan kekurangan apapun. Just close your eyes, and you’ll see the bright future. Tuhan tidak mengabaikan realita yang terjadi. Yeremia 17:7-8 mengatakan bahwa tahun kering itu memang ada, tapi kita akan tetap menjadi daun yang hijau, yang tidak mengalami kekeringan, as long as we believe and put our hope in Lord.
With vision, you will:
- able to see beyond reality
- able to see opportunity.
Then, he asked us to close our eyes (again), and he started praying for our futures, our jobs, our careers, our marriages, our relationships, our studies, etc.
And,
as I closed my eyes and prayed, I see my first vision ever.
I was trembling.
Apa yang kamu lihat tentang masa depanmu saat kamu memejamkan matamu?
Vision is the tension of what is and what to be.
Saya memutuskan untuk datang pada SNS service. Setelah perdebatan batin diselesaikan, jadilah SNS ibadah pertama saya tahun ini.
Sebelum mengawali sermonnya, Ps. Jose mengajak jemaat untuk bow their heads and close their eyes, lalu berdoa. Saat itu beliau berdoa untuk bangunan baru bagi gereja kami, terletak di tengah-tengah kota, dengan luas sekian ratus meter persegi (saya lupa angka pastinya), tempat parkir yang luas, dengan elevator, and so on.
Kemudian Ps. Jose menanyakan seberapa banyak orang yang dapat melihat gedung seperti yang beliau sebutkan ketika berdoa. Saya sedikit mendapat gambaran ketika berdoa. Saat beliau menyebutkan gedung yang lebih besar, saya melihat gedung yang lebih besar. That’s a vision.
Ps. Jose memberi judul ‘When I close my eyes’ untuk sermon pertamanya di tahun ini. I really got many things in this service. Let me share..
Di tahun 2009, sudah banyak prediksi mengenai kondisi politik, ekonomi, sosial, keamanan, dsb.
Krisis akan terus terjadi di dunia ini. Tapi sebagai orang percaya kita tidak akan kekurangan apapun. Just close your eyes, and you’ll see the bright future. Tuhan tidak mengabaikan realita yang terjadi. Yeremia 17:7-8 mengatakan bahwa tahun kering itu memang ada, tapi kita akan tetap menjadi daun yang hijau, yang tidak mengalami kekeringan, as long as we believe and put our hope in Lord.
With vision, you will:
- able to see beyond reality
- able to see opportunity.
Then, he asked us to close our eyes (again), and he started praying for our futures, our jobs, our careers, our marriages, our relationships, our studies, etc.
And,
as I closed my eyes and prayed, I see my first vision ever.
I was trembling.
Apa yang kamu lihat tentang masa depanmu saat kamu memejamkan matamu?
Vision is the tension of what is and what to be.
No comments:
Post a Comment