Niat hati ingin mengerjakan tugas yang sudah diberikan.
3 presentasi dalam waktu 2 minggu.
Cukup banyak tugas yang saya dapat dalam seminggu ini.
Perkuliahan memang sudah dimulai dari 2 minggu yang lalu, tapi resmi 'dibuka' minggu ini setelah seminggu pertama dipakai sebagai drop and add period.
Drop and add period.
Masa-masa yang sebenarnya tidak terlalu penting bagi saya pada semester-semester sebelumnya karena semuanya telah diurus oleh jurusan yang telah menjanjikan 'paket hemat' sampai semester terakhir.
Tapi apa mau dikata, saya harus juga menjalani masa ini.
Menunggu di kampus tercinta sampai matahari terbenam demi mendapatkan kepastian untuk bisa mendapat kelas Academic Writing.
Salah satu mata kuliah umum yang wajib diambil.
Saya dan Eric harus terpisah dari teman-teman yang lain karena nama kami berada pada dua urutan terbawah.
Kelas ini dibatasi untuk 25 mahasiswa saja.
Nasib.
Tapi tak ada yang bisa kami lakukan.
Tak ada yang bisa saya lakukan.
Pasrah adalah pilihan yang tepat.
Kalau saya tidak mengambil kelas Academic Writing semester ini, saya harus menunggu satu tahun lagi karena kelas ini hanya dibuka pada semester genap.
Kalau saya tidak mengambil kelas Academic Writing semester ini, jumlah SKS minimal untuk memenuhi syarat beasiswa tidak terpenuhi.
Tidak ada mata kuliah lain yang bisa saya pakai sebagai pengganti karena semua sudah ada dipaketkan, 'paket hemat'.
Konsekwensinya, saya harus mengikuti kelas ini bersama teman-teman dari jurusan lain. Bukan masalah yang besar.
Tapi saya harus merelakan 'jadwal kuliah yang sempurna', yang sejak semester awal telah diatur sedemikian rupa sehingga hari Jumat adalah 'kuliah setengah hari'.
Tidak pernah ada kuliah pada hari Jumat siang (kecuali beberapa kuliah pengganti).
Namun semester ini, saya harus melepaskan 'kuliah setengah hari'.
Senin-Jumat, 08.10-16.20.
Sudah saatnya keluar dari comfort zone.
3 tugas presentasi yang merupakan tujuan awal saya 'bercinta' dengan si putih yang mulai dekil ini, belum terlaksana sama sekali.
Saya masih terkesima dengan buku yang baru saja selesai saya baca.
L.
L berhasil saya lahap kurang dari 24 jam.
Saya sibuk mencari orang di belakang L.
Biografi singkatnya di halaman 394 memudahkan saya untuk menemukannya.
Saya menemukannya.
Saya ingin memberitahu orang tersebut betapa buah karyanya sangat 'berbicara' pada saya.
Yang pada akhirnya membuat saya bertanya: Should I...
Should I quit?
No comments:
Post a Comment