Wednesday, August 18, 2010

Kenyamanan Tanpa Masa Depan

Rasa nyaman ini sudah terlalu nyaman.
Semuanya seperti mimpi.
Mimpi indah yang akan jadi kenangan ketika saya terbangun.

Mimpi ini akan terus saya kenang.
Tapi mimpi ini hanyalah kenangan.
Hanya boleh hidup di dalam pikiran saya.

Saya tidak boleh terus bermimpi.
Saya harus bangun dan menjalani realita kehidupan.
Saya memilih untuk meninggalkan segala kenyamanan yang ada dalam mimpi itu.
Karena saya tahu bahwa kenyamanan itu adalah...
Kenyamanan tanpa masa depan.