Sunday, January 25, 2009

Mendengarkan Dalam Keheningan

Saya mempunyai seseorang yang sangat membutuhkan saya untuk menjadi pendengarnya.
Dia sangat membutuhkan saya untuk mendengarkan segala keluh kesahnya.
Saya selalu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik untuknya.
Namun rasanya sulit sekali.
Seringkali saya merasa bosan menjadi pendengar.
Saya bosan mendengarkan segala keluhannya.
Tapi saya tahu persis bahwa hanya saya-lah yang dia miliki untuk menjadi pendengarnya.

Tapi saya harus belajar dan saya MAU belajar untuk menjadi pendengar yang baik.

***

Hari ini saya mendapatkan pengajaran tentang 'The Art of Listening" dari Ps. JR.
Mendengarkan merupakan sesuatu yang penting dan berguna.
Mendengarkan butuh kedewasaan karena saat kita mendengarkan, semuanya bukan tentang kita melainkan tentang orang lain (put interest in other people).
"Anak kecil" (baca: orang yang belum dewasa) tidak bisa melakukannya dengan baik karena mereka berprinsip: It's all about me, sehingga menyulitkan untuk bisa put the interest in other people.

Hearing: telinga menyerap gelombang suara.
Listening: perlu interpretasi, evaluasi, pengertian, ingatan, dan respon.
"To listen is an effort, and just to hear is no merit. A duck hears also." -Igor Stravinsky
Diperlukan effort untuk bisa mendengarkan/menyimak (listening).
Jadi, hampir dapat dipastikan bahwa listening jauh lebih sulit daripada hanya sekedar hearing.
I wanna do an effort to listen and some more extra efforts to be a good listener.

The art of communication is based on listening.

Tuhan menganugerahkan kita satu mulut dan dua telinga agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.

"When you talk, you say something you already know, and when you listen, you find out what someone else knows." -Zig Ziglar

Keuntungan mendengarkan:
  1. Mendengarkan merupakan tanda/bentuk kasih.
  2. Mendengarkan merupakan tanda menghormati, apresiasi.
  3. Melalui mendengarkan kita dapat mengenali nilai/prinsip hidup seseorang.
Semakin banyak kita mendengar, semakin kita mengenal lawan bicara kita.

Namun hati-hati terhadap apa yang kita dengar karena hal ini bisa membangun namun juga dapat melemahkan kita.
Setelah kita selesai mendengarkan curhatan seseorang, kita bisa memilih untuk langsung men-delete atau mau mengambil suatu pelajaran dari cerita yang kita dengar.

Tips on how to be a good listener:
  1. Fokus kepada apa yang dikatakan.
  2. Hindari menyatakan pendapat sebelum pembicara menyelesaikan perkataannya. (Remember, most of the time people just need to be listened, tidak perlu memberi pendapat/solusi. Namun jika mereka menanyakan pendapat/solusi dari kita, maka berikanlah).
  3. Ulangi dalam bentuk ringkasan untuk memastikan anda mempunyai pengertian yang sama dengan pembicara. (Contohnya adalah pelayan restoran yang baik adalah mereka yang mengulangi pesanan dari pelanggan untuk memastikan bahwa mereka tidak salah mencatat apa yang mereka dengar).
  4. Perhatikan gaya tubuh pada saat orang lain berbicara.
  5. Cobalah untuk mengerti si pembicara, bukan mencoba untuk menarik konklusi sendiri tentang siapa dia atau siapa dia seharusnya.
Mendengar akan lebih mudah dalam keadaan yang hening daripada dalam keramaian.
Mengapa seringkali kita tidak bisa atau sulit mendengar suara Tuhan? Jawabannya sederhana: karena hidup kita terlalu bising.
Saya ingin mempunyai hidup yang 'hening' supaya bisikanNya dapat saya dengar dengan baik.

Saya ingin mendengarkan dalam keheningan.

Saturday, January 24, 2009

Should I....?

Niat hati ingin mengerjakan tugas yang sudah diberikan.
3 presentasi dalam waktu 2 minggu.
Cukup banyak tugas yang saya dapat dalam seminggu ini.
Perkuliahan memang sudah dimulai dari 2 minggu yang lalu, tapi resmi 'dibuka' minggu ini setelah seminggu pertama dipakai sebagai drop and add period.
Drop and add period.
Masa-masa yang sebenarnya tidak terlalu penting bagi saya pada semester-semester sebelumnya karena semuanya telah diurus oleh jurusan yang telah menjanjikan 'paket hemat' sampai semester terakhir.
Tapi apa mau dikata, saya harus juga menjalani masa ini.
Menunggu di kampus tercinta sampai matahari terbenam demi mendapatkan kepastian untuk bisa mendapat kelas Academic Writing.
Salah satu mata kuliah umum yang wajib diambil.
Saya dan Eric harus terpisah dari teman-teman yang lain karena nama kami berada pada dua urutan terbawah.
Kelas ini dibatasi untuk 25 mahasiswa saja.
Nasib.
Tapi tak ada yang bisa kami lakukan.
Tak ada yang bisa saya lakukan.
Pasrah adalah pilihan yang tepat.
Kalau saya tidak mengambil kelas Academic Writing semester ini, saya harus menunggu satu tahun lagi karena kelas ini hanya dibuka pada semester genap.
Kalau saya tidak mengambil kelas Academic Writing semester ini, jumlah SKS minimal untuk memenuhi syarat beasiswa tidak terpenuhi.
Tidak ada mata kuliah lain yang bisa saya pakai sebagai pengganti karena semua sudah ada dipaketkan, 'paket hemat'.
Konsekwensinya, saya harus mengikuti kelas ini bersama teman-teman dari jurusan lain. Bukan masalah yang besar.
Tapi saya harus merelakan 'jadwal kuliah yang sempurna', yang sejak semester awal telah diatur sedemikian rupa sehingga hari Jumat adalah 'kuliah setengah hari'.
Tidak pernah ada kuliah pada hari Jumat siang (kecuali beberapa kuliah pengganti).
Namun semester ini, saya harus melepaskan 'kuliah setengah hari'.
Senin-Jumat, 08.10-16.20.
Sudah saatnya keluar dari comfort zone.

3 tugas presentasi yang merupakan tujuan awal saya 'bercinta' dengan si putih yang mulai dekil ini, belum terlaksana sama sekali.
Saya masih terkesima dengan buku yang baru saja selesai saya baca.
L.
L berhasil saya lahap kurang dari 24 jam.
Saya sibuk mencari orang di belakang L.
Biografi singkatnya di halaman 394 memudahkan saya untuk menemukannya.
Saya menemukannya.
Saya ingin memberitahu orang tersebut betapa buah karyanya sangat 'berbicara' pada saya.
Yang pada akhirnya membuat saya bertanya: Should I...

Should I quit?

Wednesday, January 21, 2009

dikalahkan oleh hormon

Hari Minggu tanggal 18 Januari 2009, saya dikalahkan oleh hormon.
Saya menyadari jika pada saat itu kadar hormon estrogen saya menurun dan di sisi lain saya mengalami peningkatan hormon progesteron. Keadaan ini mempengaruhi seluruh produksi hormon di dalam tubuh, terutama hormon serotonin yang merupakan neurotransmitter yang mengendalikan kestabilan emosi.

Saya berada di sebuah restoran di daerah Jakarta Pusat untuk makan siang bersama dua orang terpenting dalam hidup saya, Mama dan Yutha. Saat sedang menunggu makanan pesanan kami, Yutha melakukan kenakalan kecil yang rasanya wajar dilakukan bocah berusia 3 tahun sepertinya. Saya berteriak, ya berteriak, memarahinya. Mama begitu terkejut melihat kemarahan yang tidak seharusnya. Beberapa pasang mata kemudian melihat ke arah saya, membuat saya merasa dihakimi. Seketika itu juga saya tersadar, tidak seharusnya saya dikalahkan oleh hormon-hormon ini. Saya harus bisa memegang kontrol atas kestabilan emosi saya sendiri. Saya harus bertindak lebih rasional.
Maafin Ade ya Ma.
Maafin Auntie ya De.

Tuesday, January 06, 2009

My first vision ever.

Hari minggu tanggal 4 Januari 2009 merupakan service pertama JPCC di tahun ini.
Saya memutuskan untuk datang pada SNS service. Setelah perdebatan batin diselesaikan, jadilah SNS ibadah pertama saya tahun ini.

Sebelum mengawali sermonnya, Ps. Jose mengajak jemaat untuk bow their heads and close their eyes, lalu berdoa. Saat itu beliau berdoa untuk bangunan baru bagi gereja kami, terletak di tengah-tengah kota, dengan luas sekian ratus meter persegi (saya lupa angka pastinya), tempat parkir yang luas, dengan elevator, and so on.
Kemudian Ps. Jose menanyakan seberapa banyak orang yang dapat melihat gedung seperti yang beliau sebutkan ketika berdoa. Saya sedikit mendapat gambaran ketika berdoa. Saat beliau menyebutkan gedung yang lebih besar, saya melihat gedung yang lebih besar. That’s a vision.

Ps. Jose memberi judul ‘When I close my eyes’ untuk sermon pertamanya di tahun ini. I really got many things in this service. Let me share..

Di tahun 2009, sudah banyak prediksi mengenai kondisi politik, ekonomi, sosial, keamanan, dsb.
Krisis akan terus terjadi di dunia ini. Tapi sebagai orang percaya kita tidak akan kekurangan apapun. Just close your eyes, and you’ll see the bright future. Tuhan tidak mengabaikan realita yang terjadi. Yeremia 17:7-8 mengatakan bahwa tahun kering itu memang ada, tapi kita akan tetap menjadi daun yang hijau, yang tidak mengalami kekeringan, as long as we believe and put our hope in Lord.
With vision, you will:
- able to see beyond reality
- able to see opportunity.

Then, he asked us to close our eyes (again), and he started praying for our futures, our jobs, our careers, our marriages, our relationships, our studies, etc.
And,
as I closed my eyes and prayed, I see my first vision ever.
I was trembling.

Apa yang kamu lihat tentang masa depanmu saat kamu memejamkan matamu?
Vision is the tension of what is and what to be.

Friday, January 02, 2009

I'm smart, that's why I choose to move on..

Sedikit gubahan dari beberapa bait lagu Rihanna sepertinya cocok untuk menggambarkan sesuatu.
Sesuatu yang abstrak..

I look so dumb right now
Standing outside his heart
Trying to apologize
I'm so ugly when I cry
Please, just cut it out


(I really want to cut this thing out, seriously!)

Grab your clothes and get gone
You better hurry up before the sprinklers come on
Talkin' about, girl, I love you, you're the one
(Bullshit man!)
This just looks like the re-run
Please, what else is on



And the award for the best liar goes to you
For making me believe that you could be
Faithful to me
Lets hear your speech out


How about a round of applause
A standing ovation

But now it's time to go
Curtain's finally closing
That was quite a show
Very entertaining
But it's over now
But it's over now


(Yeah, it's over!)
I'm not gonna be dumb anymore.
I'm so tired of this..
I'm sick of this..
I'm trying hard to believe that you'll be faithful to me.
That you'll keep our promise just like I do..
You're such a player with your big mouth..

Today is the last day of 2008.
And I think it's over.
The 'game' is over (for you it's just another game, rite?)

No more story of you in 2009.
No more tears come down from my eyes when I remember you.
You don't deserve this.


I'm smart, that's why I choose to move on..