Dia sangat membutuhkan saya untuk mendengarkan segala keluh kesahnya.
Saya selalu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik untuknya.
Namun rasanya sulit sekali.
Seringkali saya merasa bosan menjadi pendengar.
Saya bosan mendengarkan segala keluhannya.
Tapi saya tahu persis bahwa hanya saya-lah yang dia miliki untuk menjadi pendengarnya.
Tapi saya harus belajar dan saya MAU belajar untuk menjadi pendengar yang baik.
***
Hari ini saya mendapatkan pengajaran tentang 'The Art of Listening" dari Ps. JR.
Mendengarkan merupakan sesuatu yang penting dan berguna.
Mendengarkan butuh kedewasaan karena saat kita mendengarkan, semuanya bukan tentang kita melainkan tentang orang lain (put interest in other people).
"Anak kecil" (baca: orang yang belum dewasa) tidak bisa melakukannya dengan baik karena mereka berprinsip: It's all about me, sehingga menyulitkan untuk bisa put the interest in other people.
Hearing: telinga menyerap gelombang suara.
Listening: perlu interpretasi, evaluasi, pengertian, ingatan, dan respon.
"To listen is an effort, and just to hear is no merit. A duck hears also." -Igor Stravinsky
Diperlukan effort untuk bisa mendengarkan/menyimak (listening).
Jadi, hampir dapat dipastikan bahwa listening jauh lebih sulit daripada hanya sekedar hearing.
I wanna do an effort to listen and some more extra efforts to be a good listener.
The art of communication is based on listening.
Tuhan menganugerahkan kita satu mulut dan dua telinga agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.
"When you talk, you say something you already know, and when you listen, you find out what someone else knows." -Zig Ziglar
Keuntungan mendengarkan:
- Mendengarkan merupakan tanda/bentuk kasih.
- Mendengarkan merupakan tanda menghormati, apresiasi.
- Melalui mendengarkan kita dapat mengenali nilai/prinsip hidup seseorang.
Namun hati-hati terhadap apa yang kita dengar karena hal ini bisa membangun namun juga dapat melemahkan kita.
Setelah kita selesai mendengarkan curhatan seseorang, kita bisa memilih untuk langsung men-delete atau mau mengambil suatu pelajaran dari cerita yang kita dengar.
Tips on how to be a good listener:
- Fokus kepada apa yang dikatakan.
- Hindari menyatakan pendapat sebelum pembicara menyelesaikan perkataannya. (Remember, most of the time people just need to be listened, tidak perlu memberi pendapat/solusi. Namun jika mereka menanyakan pendapat/solusi dari kita, maka berikanlah).
- Ulangi dalam bentuk ringkasan untuk memastikan anda mempunyai pengertian yang sama dengan pembicara. (Contohnya adalah pelayan restoran yang baik adalah mereka yang mengulangi pesanan dari pelanggan untuk memastikan bahwa mereka tidak salah mencatat apa yang mereka dengar).
- Perhatikan gaya tubuh pada saat orang lain berbicara.
- Cobalah untuk mengerti si pembicara, bukan mencoba untuk menarik konklusi sendiri tentang siapa dia atau siapa dia seharusnya.
Mengapa seringkali kita tidak bisa atau sulit mendengar suara Tuhan? Jawabannya sederhana: karena hidup kita terlalu bising.
Saya ingin mempunyai hidup yang 'hening' supaya bisikanNya dapat saya dengar dengan baik.
Saya ingin mendengarkan dalam keheningan.
No comments:
Post a Comment